Test
Bab 1 — Test bab 1
Test
Bab 1
Test bab 1
✦ ✦ ✦

<p>Hari pertamaku menjabat sebagai Raja Eldoria dimulai dengan inspeksi ke ruang penyimpanan kas negara. Sebagai mantan asisten lab komputer yang terbiasa dengan efisiensi O(1), melihat cara menteri keuangan menghitung keping emas membuat mataku berkedut. Mereka menyusun koin satu per satu di lantai, membentuk piramida, lalu menghitungnya dari atas ke bawah. Ini adalah algoritma pencarian linear paling purba yang pernah kulihat!</p>

<p>"Hentikan <i>looping</i> yang tidak berguna ini!" perintahku, membuat para menteri gemetar. Aku segera meminta selembar perkamen besar dan arang. Dalam waktu lima belas menit, aku menggambar struktur tabel baris dan kolom. "Ini namanya <i>Spreadsheet</i> kuno. Kita akan menggunakan sistem <i>Double-Entry Bookkeeping</i>. Pemasukan di kiri, pengeluaran di kanan. Saldo mutlak tidak boleh <i>Null</i> atau bernilai negatif tak terhingga."</p>

<p>Putri Elara yang sejak tadi mengikutiku dari belakang menatap perkamen itu dengan mulut sedikit terbuka. "Yang Mulia... Rune gaib macam apa ini? Susunan garis dan angka ini memancarkan aura keteraturan yang sangat absolut! Apakah ini sihir tingkat tinggi dari duniamu?" tanyanya, matanya berbinar penuh kekaguman.</p>

<p>Aku menghela napas. "Bukan, Elara. Ini namanya akuntansi dasar. Sihir yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa membuat laporan pajak ini selesai tanpa harus mengorbankan waktu tidur."</p>

<p>Elara tiba-tiba mendekat, wajahnya memerah, dan menyentuh lenganku pelan. "Jika kau bisa merapikan kerajaan yang kacau ini dalam hitungan jam... apakah kau juga punya... <i>algoritma</i> khusus untuk menata hati seorang putri?"</p>

<p>Seketika, otakku mengalami <i>Kernel Panic</i>. Menghadapi <i>bug</i> di kode PHP jauh lebih mudah daripada membaca parameter emosi perempuan Isekai! Aku harus segera memikirkan skrip <i>escape string</i> untuk keluar dari situasi ini sebelum sistem sarafku <i>overload</i>.</p>

Putri Elara yang sejak tadi mengikutiku dari belakang menatap perkamen itu dengan mulut sedikit terbuka. "Yang Mulia... ini... apa yang Mulia gambar?" tanyanya, suaranya sedikit tertahan.

Aku menghela napas. "Ini bukan gambar, Putri. Ini adalah antarmuka pengguna untuk sistem akuntansi yang akan membuat kita tahu berapa saldo kas negara secara *real-time*, bukan menunggu sampai tahun depan seperti kalian para menteri!" Kalimat terakhir itu kuarahkan pada menteri keuangan yang masih pucat pasi. "Bayangkan ini sebagai sebuah *array* dua dimensi, di mana setiap sel menyimpan data numerik transaksi. Kita bisa melakukan operasi *query* dan *update* dengan jauh lebih cepat."

Elara mengerjap. "A-array? Query?"

"Pokoknya," potongku, melihat tatapan kosong di mata mereka, "mulai sekarang, setiap keping emas yang masuk atau keluar harus dicatat di sini. Pemasukan di kolom 'Debit', pengeluaran di kolom 'Kredit'. Dan di akhir setiap hari, kita akan memastikan totalnya seimbang. Jika tidak, itu berarti ada *bug* dalam sistem kita, atau... ada yang mencoba melakukan *exploit*." Aku menatap tajam ke arah menteri keuangan.

Para menteri saling pandang, jelas tidak mengerti setengah dari apa yang kukatakan, tapi ekspresi serius di wajahku cukup untuk membuat mereka mengangguk patuh. Rupanya, ancaman *bug* dan *exploit* cukup universal untuk dipahami sebagai sesuatu yang buruk.

— Akhir Bab 1 —

Lanjutkan ke Bab 2?

Bab 2 → Daftar Bab
Berikutnya
0%
M